Detail dan Proses Pembuatan Kondom

Detail dan Proses Pembuatan Kondom – Kondom ialah salah satu produk sekali pakai untuk kaum pria. Dimana pada produk ini mempunyai tujuan untuk mencegah penyebaran penyakit ataupun virus dan bakteri dalam melakukan hubungan intim.

Atas tujuan ini, kondom pun dibuat dengan proses yang sangat detail dan memiliki ketelitian yang tinggi. Termasuk pada tekstur alat tersebut harus sangat erat. Karena semakin kecil pori-porinya akan semakin baik pula dalam menghentikan cairan sperma ke dalam rahim. Untuk itulah, kondom dibuat dengan proses yang tidak mudah, serta harus melalui uji layak dan baik untuk penggunanya.

Penggunaan kondom dari sisi lain, dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan pada masa subur. Dimana pada alat ini setidaknya bisa memiliki ketebalan pori-pori terkecil ialah 5 mikron. Sehingga, sperma yang dikeluarkan bisa tidak menembus lapisan dari alat ini.

Perlu diketahui bahwa pada alat ini pun sangat elastis nan aman, sehingga tidak menyakiti kedua pihak selama melakukan hubungan intim itu. Selanjutnya, alat ini harus dibuang karena hanya untuk sekali pakai saja, demi keamanan dan kenyamanan.

Bila dilihat dari cara pembuatannya, kondom ini terbuat dari beberapa proses hingga akhirnya siap untuk dipasarkan dan digunakan untuk kaum pria. Beberapa proses tersebut seperti:

  1. Compounding termasuk pada pembuatan yang dimulai dari mencampurkan badar dasarnya, yaitu lateks. Kemudian di campurkan dengan beberapa bahan kimia, seperti Zno nocrac, perkacit, sulfur dan vufanol selama 4 sampai 5 hari. Pada proses ini bertujuan untuk memperkecil partikel dari bahan tersebut sebelum nantinya akan digunakan sebagai kondom.
  2. Storage adalah proses divulkanisasi, selama proses ini akan ditambahkan bahan kimia dan bahan yang berfungsi sebagai penstabil suspensi dalam waktu 7,5 jam. Lalu, untuk pematangannya berlangsung selama 4 hari.
  3. Production process ini termasuk pada langkah yang terakhir, akan tetapi dibagi menjadi empat bagian yaitu proses dipping (pembentukan dari produk), post treatment (treatment untuk kondom), test quality (test untuk standarisasi produk), lubricating (memberikan pelumasan pada permukaan luar dari produk) hingga akhirnya bisa untuk dipackaging karena telah siap untuk dijualkan kepada masyarakat.

Baca Juga : Kumpulan Cacing Ini Tampak Seperti Alien

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi terupdate © 2017 Ilmu Bisnis